proses yang luar biasa
Pengalaman paling
berkesan
Tahun ini akhirnya dapat juga undangan untuk PPG. Setelah mengecek akun
simpatika, dan langsung memulai proses daftar tes PPG. Alhadulillah disetujui
oleh Kanwil. Langkah selanjutnya yakni mempersiapkan untuk Tes dan tempat tes
di MAN IC Bengkulu tepatnya di Renasemanek.
Kalau dipikir lumayan jauh pakai banget. Karena waktu tempuhnya kurang
lebih satu jam lebih. Belum lagi wilayahnya masih banyak sawangan. Tapi proses
ini harus tetap dilalui.
Masih tahapan menunggu jadual tes. Satu dua hari selalu kupantau Akun
simpatikanya. Tapi belum ada tanda tanda. Selanjutnya aku sudah tidak melirik
akun Simpatikanya. Kebetulan juga jadi panitia PAS (Penilaian Akhir Semester)
jadi ssangat sibuk.
Bertepatan tanggal 20 Mei. Guru dan kariyawan akan mengadakan uji coba
Sias Al Hasanah. Aku sudah duduk cantik di depan computer di LEB bahasa. Tiba-tiba
salah satu rekan kerjaku menanyakan soal kapan aku tes? Sontak aku kaget dan
langsung aja membuka akun simpatikanya.
Harap harap cemas, takutnya ujiannya tanggal 20 Mei. Waoow zonk
seandainya tesnya tanggal 20. Alhamdulillah ternyata jadual tesnya tanggal 22
Mei sesi 2.
Mulai dekh cari cari soal setidaknya ada persiapan tes.
Tanggal 21 badanku mulai panas dingin, flu berat pokoknya gak bias diceritain.
Aku sudah pasrah aja hasilnya gimana. Aku sakit, anak anak juga sakit plus
suami juga sakit. Hanya beberapa kali saja aku membaca soal. Sembari menahan
rasa sakit.
Tiba hari yang ditunggu. Bertepatan juga dengan jadual terapi baby Ayra. Hanya
saja terapinya pagi hari sementara tesnya jam 11 siang. Jadinya dari rumah
langsung pakai pakaian putih hitam lengkap dengan sepatu.
Pukul sepuluh aku sudah meluncur ke Rena Semanek. Badan semakin tidak
karuan pokoknya aku sudah usaha akhirnya sampai juga di MAN IC. Hasilnya tes
sesi pertama ada kendalah akhirnya kami yang sesi 2 mulai ujian jam satu siang.
Proses tes sudah dilalui dan selesai pukul 3. Kepala sudah semakin sakit.
Mana gak bawah minum lagi. Kondisi haid pula. Cocok banget tubuh ini semaking
tidak karuan. Akhirnya diperjalanan aku mampir di warung Bakso dan mesan jeruk
hangat plus bakso tanpa mi.
Sampai dirumah langsung ku minum obat dan istirahat soalnya rute
selanjutnya yaitu menjemput anak. Akhir dari semua perjuangan ternyata berbuah
manis. Aku gak yakin kalau bisa lulus soalnya persaingannya banyak dan nilai
tertinggi harus enam. Tapi semuanya sudah kupasrahkan alias tawakal dan luar
bisa pada hari ini tanggal 11 Juni hasil dari Tes PPG aku mendapat kesempatan
untuk belajar lagi agar menjadi guru yang professional.
Trimakasih untuk Bapak/Ibu mertua dan mama yang sudah mendoakanku
Makasih juga untuk suami
Dan maksih untuk semua teman yang peduli..

Komentar
Posting Komentar