Rreview Diskusi kelompok 2A tentang media pembelajaran berbasis watssap

media pembelajaran berbasis watssap

Salah satu peserta ppg dari kelas 2A yaitu Bapak M. TO'AT MUHAJIR - Sabtu, 22 Juni 2019, 06:29 meminta
untuk melakukan Dikusi dan sharing tentang "Bagaimana menurut teman-teman dengan pembelajaran berbasis Whatsaap dengan model group sesuai bidang sudy"

sedikit ulasan tentang 

Penguasaan Teknologi Informasi merupakan kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik selain kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Untuk membantu mereka menguasai kecakapan tersebut guru harus dapat mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi mulai dari merencanakan, melaksanakan, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran melalui multimedia. 
Model pembelajaran berbasis teknologi yang diterapkan harus dapat menciptakan interaksi dan komunikasi multi arah.  Seperti yang diungkapkan Zainal Arifin dalam bukunya tentang Pengembangan Pembelajaran Aktif  (2012) tujuan utama pembelajaran dengan teknologi informasi dan komunikasi adalah membuat siswa dapat terlibat aktif dan merasa tertarik dan hal ini tergantung bagaimana guru mengemasnya.
Kecanggihan teknologi Informasi saat ini sangat mempengaruhi kehidupan anak-anak. Banyak orang tua yang mengeluh dengan anak-anaknya yang semakin lama semakin sulit diatur. Mereka setiap hari hanya memegang smart phone mulai dari bangun sampai tidur kembali padahal anak-anak diusia pertumbuhan seharusnya banyak bergerak.  
.Anak-anak susah disuruh belajar, mandi, makan apalagi beres-beres rumah jika mereka sudah memegang ponsel.  Dengan situasi ini sebagian orang tua berkesimpulan bahwa ponsel itu sangat buruk pengaruhnya pada kehidupan anak-anak sehingga mereka ada yang tidak memberikan anak-anaknya perangkat ini. Bahkan beberapa sekolahpun melarang para siswanya untuk membawa ponsel ke sekolah. Kebijakan pihak sekolah  bukan tanpa alasan mereka khawatir jika anak-anak membawa ponsel ke sekolah mereka akan sibuk dengan gadgetnya, baik digunakan untuk main game, media sosial ataupun untuk berfoto-foto selfie  yang tentunya akan berpengaruh pada kegiatan belajar.
Jika kita membiarkan anak-anak sibuk dengan perangkat ini tanpa mengarahkannya maka dikhawatirkan lama-lama kecerdasan mereka akan berkurang seperti yang (konon) dikatakan Albert Einstein : "I fear the day that technology will surpass our human interaction. The world will have a generation of idiots". Terlepas quote ini benar atau hoax tapi memang kehawatiran ini semakin lama semakin besar  dirasakan oleh kita semua. Sudah saatnya pemakaian smart phone harus dikontrol secara ketat oleh orang tua maupun guru. Saat di rumah orang tua harus selalu mengawasi anak-anaknya dalam mengakses situs-situs di dunia maya, orang tua harus cerdas pula dalam pengoperasian smart phoneanak-anaknya. Di Indonesia banyak kalangan orang tua yang hanya membelikan saja tanpa mereka tahu untuk apa saja anak-anak menggunakan ponselnya, alasannya mereka tidak bisa membuka  dan tidak mengerti cara mengoperasikannya. Bagi kalangan gurupun sebetulnya tidak perlu terlalu khawatir terhadap pemakaian smart phone  di sekolah asalkan mereka dapat mengarahkan siswanya untuk pemakaian pada kegiatan belajar mengajar secara maksimal.
Banyak kegiatan pembelajaran yang bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat smart phone ini. Guru dapat memadukan pembelajaran manual dan penggunaan aplikasi e-Learning sehingga siswa tidak akan 'dipaksa' untuk meninggalkan kebiasaannya bermain ponsel, selain itu sedikit demi sedikit kita mengurangi pemakaian pen and paper. Sebaiknya siswa Sekolah Dasar di kelas atas yang sudah mulai diajak memanfaatkan aplikasi yang ada dalam play store dan mengunduhnya dalam smart phonekarena seusia mereka dianggap sudah cukup mengerti.
Aplikasi media sosial yang sekarang menjadi trenddi semua kalangan adalah WhatsApp (WA). Aplikasi ini bisa dijalankan pada platform apple IOS, Blackberry, Android, Symbian, Nokia series 40, dan Windows Phone (mango). Untuk menambahkan teman dalam WhatsApp hanya memerlukan nomor Hand Phone saja (https://id.m.wikipedia.org>wiki?whatsapp). Melalui WhatsApp orang bebas membentuk kelompok yang disesuaikan dengan kebutuhan; baik untuk keperluan berdiskusi, berbagi informasi maupun sekedar curhat.
Tidak ada salahnya guru juga mencoba menerapkan aplikasi WhatsAppuntuk proses pembelajaran. Dengan WhatsAppguru bisa membuat  kelompok diskusi di kelas virtual. Kelompok Diskusimerupakan bentuk masyarakat belajar (learning community) yang merupakan komponen dari model pembelajaran Contextual Teaching Learning. 
 SLAMET RIDWAN, S.PD.I - Sabtu, 22 Juni 2019, 09:32
Walaikumsalam. Menurut Pandangan Saya! Penguasaan Teknologi Informasi merupakan kecakapan yang harus dimiliki oleh peserta didik selain kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Untuk membantu mereka menguasai kecakapan tersebut guru harus dapat mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi mulai dari merencanakan, melaksanakan, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi pembelajaran melalui multimedia. Model pembelajaran berbasis teknologi yang diterapkan harus dapat menciptakan interaksi dan komunikasi multi arah. Seperti yang diungkapkan Zainal Arifin dalam bukunya tentang Pengembangan Pembelajaran Aktif (2012) tujuan utama pembelajaran dengan teknologi informasi dan komunikasi adalah membuat siswa dapat terlibat aktif dan merasa tertarik dan hal ini tergantung bagaimana guru mengemasnya. Banyak kegiatan pembelajaran yang bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat smart phone ini. Guru dapat memadukan pembelajaran manual dan penggunaan aplikasi e-Learning sehingga siswa tidak akan 'dipaksa' untuk meninggalkan kebiasaannya bermain ponsel, selain itu sedikit demi sedikit kita mengurangi pemakaian pen and paper. Sebaiknya siswa Sekolah Dasar di kelas atas yang sudah mulai diajak memanfaatkan aplikasi yang ada dalam play store dan mengunduhnya dalam smart phonekarena seusia mereka dianggap sudah cukup mengerti. Tidak ada salahnya guru juga mencoba menerapkan aplikasi WhatsApp untuk proses pembelajaran. Dengan WhatsAppguru bisa membuat kelompok diskusi di kelas virtual. Kelompok Diskusimerupakan bentuk masyarakat belajar (learning community) yang merupakan komponen dari model pembelajaran Contextual Teaching Learning. Membentuk kelompok diskusi di kelas virtual (e-Learning Community) membantu anak yang tidak berani bertanya, tidak berani mengeluarkan pendapat dan tidak punya kepercayaan diri untuk berbicara di depan kelas bisa mengemukakan gagasan atau pendapat dan mengajukan pertanyaan. Apalagi masa sekarang ini rasanya agak sulit menugaskan siswa untuk belajar berkelompok di luar sekolah dengan alasan rumah berjauhan, tidak banyak waktu karena harus berbagi dengan kegiatan di luar sekolah (les/kursus), terlebih lagi banyak orang tua yang khawatir akan keselamatan anak-anaknya jika harus bepergian ke rumah temannya. Untuk memulai menarapkan model e-learning community , guru membuat tiga jenis grup WA yaitu grup SG, LG dan BC. Grup SG (Small Group) merupakan grup kelompok-kelompok kecil dalam kelas yang terdiri dari 4 orang. Setiap ketua kelompok tergabung dalam grup LG (Leader Group) dan terakhir grup BC (Big Class) yang merupakan forum beranggotakan semua siswa dalam kelas. Intinya tetap selalu dalam pengawasan orang tua atau guru yang bersangkutan dan diberi pembatasan dalam pengoprasian Ponsel atau alat elektronik lainnya agar tidak terlalu berdampak pada kondisi kesehatan anak.
oleh ZULKIFLI S.Pd.I. - Sabtu, 22 Juni 2019, 12:02 Menanggapi pernyataan dari Bapak Slamet Ridwan, S.Pd
Saya sangat tertarik dengan penjelasan saudara, saudara telah memberikan pemaparan hingga teknis pelaksanaan pembelajarannya. 
Namun disini saya mengambil sebuah kendala yang mungkin terjadi dikalangan siswa tingkat dasar pedesaan. Yang belum sama sekali kenal atau akrab dengan android atau WhatsApp. Tentu akan menjadi problem tersendiri bagi guru ataupun bagi anak untuk melakukan pembelajaran Berbasis WhatsApp ini. Bagaimana dengan problem seperti ini saudara ?


oleh RETNO PUTRI SUSANTI - Sabtu, 22 Juni 2019, 10:01

Komentar

Postingan Populer